Friday, December 10, 2010

POHON EKSISTENSI IBNU ‘ARABI (Bagian 4)

Dia menciptakan mahluk, bukan karena Dia membutuhkan padanya, tapi supaya Sifat-sifat-Nya terlihat dan Nama-nama-Nya yang indah diketahui.
Satu dari Nama-nama-Nya adalah yang Maha Pemaaf: karena itu Dia menciptakan sesuatu yang akan menerima maaf-Nya. Satu dari Nama-nama-Nya adalah yang Maha Rahman. Satu dari nama-nama-Nya adalah Yang Maha Rahim. Karena itu Dia menciptakan seseorang yang ada dalam keperluan dan kebutuhan-kebutuhannya: untuk memanifestasikan kasih sayang-Nya pada mereka.

Semua dahan Pohon ini menghasilkan buah yang berbeda. Karena itu setiap yang diciptakan senantiasa berbeda antara satu dan yang lainnya, juga demikian dengan apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka layani. Ini adalah perbedaan-perbedaan dalam penciptaan seperti banyaknya Sifat-sifat Dia yang menciptakannya. Maka segala sesuatu dari Keindahan Nama-Nama dan sifat-sifat-Nya termaterialisasi dan termanifestasi.

Dia menciptakan para pendosa, dan kesalahan yang mereka perbuat, dan taubat mereka, dan dengan demikian termanifestasilah sifat Maha Mengampuni.Dia menciptakan kebaikan dan amal-amal mereka, dan menebarkan rahmat-Nya atas mereka. Dia menciptakan hamba-hamba-Nya yang taat dan melimpahkan Rahmat-Nya pada mereka. Dia memanifestasikan keadilan-Nya kepada para pembangkang dan kemurkaan-Nya atas orang-orang yang tak beriman.
Meskipun manifestasi sifat-sifat-Nya dalam ciptaan-Nya tidak melahirkan kesamaan dengan-Nya atau menempel pada-Nya, bahkan tidak dekat dengan-Nya; semuanya dari Dia, tapi bukan Dia. Dia selalu ada, ketika tiada sesuatu pun yang mengada. Dan ketika Dia menciptakan alam semesta, tidaklah Dia berkembang atau memperoleh sesuatu pun. Jika semua akan sirna, Dia tidak akan kehilangan apa pun. Dia ada sekarang sebagaimana Dia ada dulu dan selamanya akan ada.

Meskipun Dia tidak bersama dengan manifestasi-Nya dalam sifat-sifat sesuatu yang Dia ciptakan, demikian pula Dia tidak terpisah dari sesuatu yang datang dari-Nya. Karena persatuan dan perpisahan adalah tindakan-tindakan milik mahluk yang telah maujud, bukan pada Dia Yang Maha Wujud Yang Kekal, Yang Unik dan Sendirian.Persatuan dan perpisahan melibatkan gerak menuju dan menjauh dari satu dan lainnya. Pergerakan ini melibatkan perubahan ruang dan waktu serta keadaan, dan bahkan ketidakmunculan. Semua ini adalah sifat-sifat ketidaksempurnaan, sedangkan Pencipta semuanya adalah Tunggal, Unik, Kekal dan Sempurna.

Allah menciptakan Lauhul mahfudz dan Pena untuk menuliskan peraturan-peraturan kerajaan-Nya yang universal, yang memuat semua keputusan-keputusan, ketetapan-ketetapan, dan peraturan-Nya tentang segala sesuatu yang telah diciptakan,yang akan diciptakan, yang akan mati dan musnah, yang bertahan, pahala, hukuman yang patut diperoleh dan yang akan menerimanya.
Kemudian Allah membuat batasan yang tak satu mahluk atau pengetahuan pun pernah bisa melampauinya dengan menanam Sidratul Muntaha diatas Tujuh Langit.

…Sidratul mutaha yang paling jauh
(Q.S An-Najm,14)

Semua yang datang dari Allah, dan semua yang dikirim dari bawah, berhenti disini. Sidratul Muntaha adalah dahan yang paling tinggi dari Pohon Eksistensi. Di bawah bayang-bayangnya adalah para malaikat yang menyampaikan apa yang datang dari Allah kepada yang dibawahnya, dan mengirimkan kepada-Nya apapun yang sampai pada mereka dari semua mahkluk dibawahnya. Pada dahan tersebut sebuah salinan dari apa yang tertulis dalam Lauhul mahfudz menggantung. Apapun yang terjadi pada Pohon Eksistensi tidak dapat melampaui titik tersebut. Yang tumbuh, yang matang, yang busuk tetap tinggal dibawahnya.

Semua dalam ciptaan mempunyai maqam, sebuah tempat yang terbatas yang diketahui, suatu bentuk yang telah ditentukan sebelumnya. Semuanya mempunyai takdir yang menuntun kehidupan mereka, karena

Tidak ada satu pun diantara mereka melainkan masing-masing mempunyai kedudukan yang telah ditentukan
(Q.S. Ash-Shaffat, 164)

Tidak ada buah-buahan dari Pohon Eksistensi tersebut yang dapat tumbuh diluar tempat yang telah ditentukan. Apakah itu cantik atau jelek, besar atau tak berarti, mewah atau sederhana, aneh atau biasa, ketentuan dari masing-masing ditulis dalam salinan Lauhul Mahfudz yang menggantung pada dahan tersebut.

Dan diletakkanlah kitab…kitab apakah ini! tidak ada yang tertinggal apakah yang kecil maupun yang besar kecuali tercatat semuanya
(Q.S Al-Kahf, 49)

Tidak ada yang tidak tercatat apa pun yang tumbuh pada Pohon tersebut, juga tidak ada apapun yang terbuang. Maka Tuhan telah menetapkan bahwa buah-buahan Pohon tersebut disimpan dalam dua tempat berbeda, dan menyebutnya dengan Surga dan Neraka. Buah yang murni, yang tidak cacat, dan indah ditempatkan di Surga yang tinggi:

Sesunggunya catatan orang-orang yang benar ada di tempat yang tinggi
(Q.S Al-Mutaffifin, 18)

Dan buah-buahan yang busuk disimpan di Neraka bawah :

Sesungguhnya catatan orang-orang yang durhaka ada di penjara neraka
(Q.S. Al-Mutaffifin, 7)

Surga ada di sisi kanan gunung dimana Tuhan berbicara kepada Musa, dimana Orang-orang yang dirahmati pada sisi kanan bertempat tinggal

Dan Neraka ialah

…pohon Zaqqum, yang merupakan makanan orang berdosa
(Q.S. Ad-Dukhan, 43-44)

…pohon yang terkutuk dalam Al-Qur’an
(Q.S Bani Isra’il, 60)

Dimana orang-orang menderita pada sisi kiri bertempat tinggal.

Dunia yang kita miliki, yang didalamnya kita tinggal, adalah sebuah tempat dimana Tuhan memperlihatkan bunga-bunga pilihan Pohon Eksistensi, setiap orang dipelihatkan hanya untuk sementara saja. Dan Dia telah menciptakan alam berikutnya, Hari Akhir, untuk menyimpan buahnya yang dipelihara dengan abadi. Dinding, batas untuk melindungi Pohon Eksistensi, mengelilinginya, sebagaimana

Sesungguhnya Dia meliputi segala sesuatu
(Q.S. Fusshilat, 54)

Dan Dia meletakkan lingkaran disekitarnya, dengan demikian tidak ada sesuatu pun kecuali Dia yang dapat menyentuhnya.

Sesungguhnya Allah menetapkan apapun yang Dia kehendaki
(Q.S Adz-Dzariyat, 1)

….dan berbuat apa yang Dia kehendaki
(Q.S. Ali ‘Imran, 39)

Ketika kebenaran dari pohon tersebut berakar kuat dan dahan-dahannya telah sepenuhnya terbentuk, tumbuh ke segala arah, karena

Hanya pada Tuhanmu lah tujuan itu
(Q.S An-Nazi’at, 44)

Pohon tersebut tumbuh sehingga bagian depan mencapai bagian belakang, dan ujungnya mencapai permulaannya. Bukankah Allah berkata :

Untuk apa pun yang Kami kehendaki, tidak lain Kami hanya mengatakan Terjadilah (Kun) dan jadilah ia (yakun)
(Q.S. An-Nahl, 40)

Dengan demikian dimulai dengan perintah ilahiah Jadilah, dan diakhiri dengan Menjadi. Tak menjadi masalah seberapa banyak dahan yang ia punyai, ia hanya mempunyai satu akar, tumbuh dari sebuah benih tunggal yang dinamakan kun.
Maka, jika kamu bersungguh-sungguh melihat dan mencari realitas, kamu akan melihat segala sesuatu saling berkaitan dan sesungguhnya satu. Pohon surgawi yang disebut Tuba yang tumbuh di Surga terhubung dengan akarnya pada pohon beracun Zaqqum yang tumbuh di Neraka. Dinginnya angin sepoi-sepoi Qatb bercampur dengan panas api neraka dari angin panas membara Simum. Bayangan maqam terakhir yang menyegarkan di Surga untuk yang terbaik dari kita terhubung dengan asap hitam berkabut Neraka dimana yang terburuk dari kita akan pergi menujunya.

Dengan demikian semua akan menerima apa yang telah ditetapkan bagi mereka dari sumber yang sama. Sebagian minum dari cangkir yang terbaik untuk mereka; sebagian minum dari cangkir yang seharusnya tertutup rapat untuk mereka. Dan ada diantara mereka yang dilarang minum sama sekali.

Ketika seseorang yang telah diberi eksistensi mulai melahirkan eksistensi baru yang datang dari ketiadaan, Allah meniupkan pada mereka Napas Kekuatan-Nya, memberi makan mereka dengan gizi dari Kebijaksanaan-Nya, dan mencuci mereka dengan hujan dari awan-awan Kehendak-Nya. Ketika semua yang dirahmati ini menyentuh Pohon Eksistensi, dahan-dahannya melahirkan buah-buahan yang telah ditetapkan. Kemudian sesuai dengan sifat alamiah mereka, kesehatan dan kesakitan menimpa mereka.

Alam semesta tumbuh dari dua konsonan kata Ilahiah kun. Seseorang mendapatkan cahaya dan lainnya kegelapan. Semua kebaikan datang dari cahaya tersebut dan semua yang jahat datang dari cahaya tersebut, maka hanya kebaikan datang darinya, dan

Mereka tidak mengingkari Allah yang dengannya Dia perintahkan, tapi mereka berbuat sesuai yang diperintahkan.
(Q.S At-Tahrim, 6)

No comments:

Post a Comment