Monday, January 10, 2011

Kumala

sepoi sejuk angin Gunung

bertiup lembut mengusir embun

andai masuk dingin Lembayung

meresap lembut merobek gaun

tiada tiada yang bersulangan

tiada tiada yang bertarian

Rembulan dan bintang bersulangan

Cahaya Surya yang bertarian

oleng kapal-kapal diterpa ombak

remuk layar-layar dihempas badai

dunia adalah Samudra Ombak

meremuk jiwa-jiwa tergadai

cahaya menari kilau dan pantul

berdetak-detak terciprat indah

Tuhan berkaca cahaya menari

bersorak-semarak Intan-Sumirah

tak puak nyiur enggan melambai

tak juga enggan angin bertiup

Tak ragu rakit melawan badai

Walau taufan dan leysus bertiup

buah nangka buah delima

manisnya nangka merahnya delima

tiada lagi duka nestapa

suka dan duka nangka delima

riak-riak pantun cahaya

rubaiat pantun bercahaya

sorak-sorai hati cahaya

dengan pantun ia menyala

indah-indah buih melompat

terpercik indah kali mengalir

rubah-rubah Kasih melompat

ribuan rubah di padang mengalir

Satu rubah satu kelinci

berlari rubah mengejar kelinci

Seribu Rindu Satu Perawan

membadai Rindu Menghempas Perawan

tujuh gelungan satu giok kumala

tujuh kunciran ikal rambut kumala

mencari anjungan sampan kumala

tanah dan pantai pun lenyap tiada

sejauh cakrawala meninggalkan satu garisnya

dan samudera enggan membuihkan ombaknya

Sampan kumala mengarungi samudera

Tujuh alam dan ribuan samudera

No comments:

Post a Comment