sepoi sejuk angin Gunung
bertiup lembut mengusir embun
andai masuk dingin Lembayung
meresap lembut merobek gaun
tiada tiada yang bersulangan
tiada tiada yang bertarian
Rembulan dan bintang bersulangan
Cahaya Surya yang bertarian
oleng kapal-kapal diterpa ombak
remuk layar-layar dihempas badai
dunia adalah Samudra Ombak
meremuk jiwa-jiwa tergadai
cahaya menari kilau dan pantul
berdetak-detak terciprat indah
Tuhan berkaca cahaya menari
bersorak-semarak Intan-Sumirah
tak puak nyiur enggan melambai
tak juga enggan angin bertiup
Tak ragu rakit melawan badai
Walau taufan dan leysus bertiup
buah nangka buah delima
manisnya nangka merahnya delima
tiada lagi duka nestapa
suka dan duka nangka delima
riak-riak pantun cahaya
rubaiat pantun bercahaya
sorak-sorai hati cahaya
dengan pantun ia menyala
indah-indah buih melompat
terpercik indah kali mengalir
rubah-rubah Kasih melompat
ribuan rubah di padang mengalir
Satu rubah satu kelinci
berlari rubah mengejar kelinci
Seribu Rindu Satu Perawan
membadai Rindu Menghempas Perawan
tujuh gelungan satu giok kumala
tujuh kunciran ikal rambut kumala
mencari anjungan sampan kumala
tanah dan pantai pun lenyap tiada
sejauh cakrawala meninggalkan satu garisnya
dan samudera enggan membuihkan ombaknya
Sampan kumala mengarungi samudera
Tujuh alam dan ribuan samudera
No comments:
Post a Comment